•Agustus 5, 2009 •
& Komentar
Terdudukku di bangku kantin, sambil menunggu teman-teman yang belum datang padahal jam kuliah sudah masuk. Melihat para pekerja yang sedang merenovasi gedung kampusku, di atas sana terlihat seorang pekerja memanggil-manggil temannya yang di bawah , kelihatannya ia hendak menyampaikan sesuatu yang penting, namun pekerja yang di bawah tidak mendengar kemungkinan karena hiruk pikuk suara jalan raya yang saat itu sedang ramai, atau juga dia sedang asik sendiri dengan kesibukannya sehingga tidak mempedulikan sekitarnya, bahkan temanya sendiri yang sedang diatas.
Karena sudah kelamaan ia memanggil tidak hiraukan juga, lalu pekerja yang diatas mendapat ide, ia mengambil kerikil kecil lalu ia lemparkan ke temannya yang di bawah, tepat kena kepala temannya yang di bawah,, karena merasa sakit pekerja yang di bawah menegadah keatas, selanjutnya terjalinlah komunikasi antara mereka.
Mungkin itu hanya peristiwa biasa, hubungan antara manusia dengan manusia, bagaimana kalau yang diatas itu Sang pencipta kita Allah SAW, yang mencoba komunikasi dengan kita , memperingati kita akan sesuatu hal, tetapi kita tidak sadar, dan mengiraukannya. Allah SAW kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita “menengadah” kepadaNya. Seringkali Allah SAW melimpahkan kita Rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat Lanjutkan membaca ‘Kerikil kecil’
Ditulis dalam Goresan Hati
•September 7, 2009 •
& Komentar
Masih adakah orang yang seperti ini Bapak tua ini?
Ku ingat waktu dulu kerja di pusatnya Jakarta , masih menggunakan bus patas, seperti biasa bus penuh berdesakan, kulihat seorang bapak tua saat hendak menginjakan kakinya ke tangga bus, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke jalan. Namun bus sudah keburu berjalan cepat. Dan bus ini tidak mau berhenti. Melihat kenyataan tersebut, si bapak tua dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkan ke luar jendela.
Heran juga ku dibuatnya, apa karena kesel lalu dia melempar yang satunya lagi, sambil senyum tipis kucoba bertanya “Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?” Bapak tua itu menjawab dengan tenang, “Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkanya.”
Subhanallah, sungguh mulia hati orang ini, kebanyakan orang tidak akan rela dan iklhas ketika kehilangan sesuatu, kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu (padahal sesuatu itu sudah tidak bermanpaat lagi) semata-mata karena tidak ingin orang lain memilikinya. Sikap seperti ini lah penyebab ketamakan Kalau kita seperti itu kita pasti sulit memberikan apapun yang kita miliki karena menurut pemikiran kita jika kita kehilangan sesuatu tersebut berarti kehilngan kebahagian kita. Kalau kita pikirkan lagi berate ketamakan berasal dari pikiran dan paradigm kita yang salah terhadap benda.
Ditulis dalam Goresan Hati
Tag: motivasi, sedekah, sepatu
•Agustus 19, 2009 •
& Komentar
Seorang nenek berumur hampir 60, masih terlihat penuh semangat di wajahnya dalam mengarungi hidup, dia masih sanggup berjualan keliling kampung menjajakan kopi bubuk dagangan, dan yang kutahu kalau hanya untuk makan sehari-hari dia tidak perlu berjualan, dari anak-cucu nya pun sudah cukup kalau hanya untuk makan, tetapi dia tetap saja berjualan, walau terkadang gerimis,hujan,panas terik, menemani langkahnya.
Setiap harinya otaknya diasah bagaimana dia dapat putarkan uang, agar dagangan tetap berlanjut, tidak seperti kebanyakan lansia lainya yang sudah pikun, otot ototnya masih sanggup tuk berjalan berkilo-kilo meter, tidak seperti gw baru berjalan 1 km aja dah ngos-ngosan. Mungkin karena itulah yang membuat dia tetep keliatan segar, bersemangat, penuh harapan.
Suatu hari kubertanya padanya, “Nee apa nene gak capek, memangnya berapa sih keuntungannya. Nenek gak pernah kehilangan harapan” begitu jawabnya. Itulah satu-satunya kekuatan nene, nene tidak tahu apa dan bagaiman membesarkan usaha ini, tapi nene tau harapan takan pernah meninggalkan mereka yang menggenggamnya.
Ditulis dalam Goresan Hati
•Agustus 15, 2009 •
& Komentar
Telah banyak dosa yang kuperbuat, baik yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja, saya ingin mohon maap lahir batin, bagaimana caranya ya?. Terlelapku dalam tidurku, pertanyaan tadi masih dalam otaku, seketika ada jawaban dari sesorang, orang itu berkata “bawa bantalmu ke lapangan, lalu bukalah isi bantalmu sampai semua kapas-kapasnya berterbangan di tiup angin, itu hukuman atas apa yang telah kau perbuat”. kebingungan ku dibuat nya, tetapi tetap kulakukan. Sesudah ku melakukannya ku kembali lagi ke orang tersebut, ku sudah melakukan apa yang kau perintahkan, apakah saya sudah diampuni?, lalu orang tersebut menjawab ” kamu belum diampuni itu baru separuh tugas kamu, dan sekarang kamu kembalilah ke lapangan tadi dan ambilah semua kapas-kapas isi bantal tersebut yang tadi berterbangan ditiup angin. Bangun tidur pagi ini ku rindu banget akan suasana rumah neneku , tidak jauh dari rumahnya ada sawah dan juga lapangan, pagi ini ku langsung ke sana, jalan-jalan kecil di pematang sawah, kakiku terhenti lalu ku duduk kelelahan. Untuk kapas-kapas yang sudah berterbangan dan tidak tahu entah kemana dan tak dapat kuambil lagi. Aku mohon maap lahir batin.
Ditulis dalam Goresan Hati
•Agustus 4, 2009 •
& Komentar
Banyak orang bilang, cinta begitu sulit di tebak. Ia bagaikan burung yang menari-nari disekeliling kita, mengepakkan sayapnya yang penuh warna, memikat dan menarik hati kita untuk menangkapnya. Saat kita begitu menginginkan cinta dalam genggaman, ia terbang menjauh. Namun saat kita mengharapkan, cinta hadir tnapa diundang. Kitapun tidak bias memaksakan cinta sekehendak hati kita. Memang,
cinta adalah fenomena hati yang sulit dimengerti.
Sebenarnya kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti cinta, bahkan semakin keras kita memikirkan cinta, maka semakin lelah pula kita. Cinta adalah unutk dirasakan, bukan dipikirkan. Yakinlah bahwa cinta yang kita inginkan akan dating pada saat yang tepat. Namun bukan berarti kita hanya duduk menanti cinta.
Sebarkanlah cinta, pada keluarga, sahabat-sahabat kita, dan sesama. Dengan memberikan cinta, maka kita telah “mengundang” cinta untuk dating. Kita hanya perlu membuka hati. Biarkanlah kecantikan hati kita memancar, mempesona cinta cinta yang terbang di sekeliling kita dan akhirnya hinggap bersemayam di hati kita selamanya.
Ditulis dalam Goresan Hati
•Juli 26, 2009 •
& Komentar
Mengapa ku selalu tidak pernah puas,,, jadi merasa seperti seorang yang kufur nikmat, Selalu melihat kelebihan yang dimiliki orang lain, dan meratapi kekurangan diri sendiri. Padahal setiap manusia di ciptakan ALLAH SAW mempunyai tujuan hidup masing-masing, di balik segala kekurangan yang kita miliki saat ini mungkin kita tidak sadari. Seperti kisah temen gw nih,, si ember,, temen gw peralatan dapur semua ya.. cangkir, ember,garam..
Setiap hari seorang anak harus mengambil air dari sumber mata air yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya, ia harus melewati bukit –bukit kecil dan tanah tandus. Ia memiliki dua buah ember, namun sayang ember yang satu bocor. Setiap anak tersebut mengambil air dari mata air dengan kedua embernya tersebut ember bocor di sebelah kiri dan emberyg satunya sebelah kanan, ia mengisi penuh kedua ember tersebut, namun karena ember yang satu bocor sepanjang jalan ember bocor meneteskan air di sebelah kiri jalan. Setibanya di rumah ember kiri tidak dapat memberikan air untuk anak tersebut di karenakan kondisinya yang bocor, ember tersebut sangat sedih denagn kondisinya itu. Ia meratapi kekurangan nya itu. Anak tersebut melakukannya setiap hari dengan kedua ember tersebut, walau dengan kondisi ember yang satu bocor. Hari berganti hari, mingu berganti minggu, ia melewati jalan yang sama setipa kali mengambil air, tanpa disadari jalan sebelah kiri terlihat lebih indah, di tumbuhi rumput, bunga-bunga yang indah semua itu berkat dari tetesan air dari ember yang bocor, sedangkan jalan sebelah masih terlihat tandus. Lanjutkan membaca ‘Ember bocor’
Ditulis dalam Goresan Hati
•Juli 16, 2009 •
& Komentar
Ditulis dalam Uncategorized
•Juli 10, 2009 •
& Komentar
Terkadang iri melihat keberhasilan orang lain, seperti pepatah bilang “rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri”. Di sebuah toko terpampang gelas cangkir yang cantik, menawan semua mata yang memandang, Di balik kecantikannya ada sebuah cerita, kalau saja cangkir itu bisa bicara dia akan mengatakan :
Sebelum aku secantik ini, dahulu aku hanya seonggok tanah liat yang kotor, lalu datang seorang pengrajin mengambil aku, dia pukul2 aku, lalu aku beberapa kali di banting, pada saat itu aku meronta “tolong hentikan, aduhhh sakiit, aku tak kuat”,tahan sebentar lagi kata sang pengrajin , sambil terus memukul2 aku, sesekali aku dibanting, lalu dia pencet-pencet aku, setelah aku terbentuk gelas, lalu Lanjutkan membaca ‘Cangkir yang cantik’
Ditulis dalam Goresan Hati
Komentar Terakhir