Posts Tagged With: citerudedol

Gara omongan, matilah kerbau


kerbau

SEPULANG dari sawah, kerbau rebahan di kandang dengan wajah capek dan nafas yang berat. Lalu datanglah seekor anjing, kerbau kemudian berkata:

“Aah teman lama, saya sungguh capek dan besok ingin istirahat seharian.”

Anjing pun pergi, ia bertemu kucing di sudut tembok dan berkata:

“Tadi saya bertemu kerbau dan dia besok ingin istirahat dulu, sudah sepantasnya sebab bos kasih kerjaan terlalu berat.”

Kucing cerita kepada kambing dan berkata:

“Kerbau komplain, bos kasih kerja terlalu banyak dan berat, jadi besok tidak mau kerja lagi.”

Kambing bertemu ayam dan berucap:

“Kerbau tidak senang bekerja untuk bos lagi, sebab mungkin ada bos lain yang lebih baik.”

Ayam bertemu monyet dan berkata:

“Kerbau tak akan kerja untuk bosnya, dan ingin mencari kerja di tempat bos yang lain.”

Saat makan malam, monyet bertemu bos dan berkata:

“Bos, tolong ajari kerbau dengan baik, akhir-akhir ini ia telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan bos untuk bekerja kepada bos lain.”

Mendengar ucapan monyet, bos lalu membunuh kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya.

Itu mengapa ada kalanya suatu ucapan, sebaiknya berhenti hanya sampai telinga kita. Hendaknya dipikirkan baik-baik tentang resiko, manfaat dan akibatnya kalau ucapan itu akan diteruskan.

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

One Sad Person


sad-face

Have you ever felt so lonely that it hurt, that when you look around and all you see are happy couples, seeing them smile and just look so in love and you ask yourself why you can’t be part of that couple, than you know how I’ve felt all my life

I know I could never keep the love of my life, I already knew it from the start, because nothing good ever happens to me, why can’t I be the lucky guy for once in my life, why can’t I have what I want just once
Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati, Umum | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Entah


singgung

ALLAH Mem-Pertemukan kita untuk satu alasan…
Entah untuk Memberi atau Menerima….
Entah untuk Belajar atau Mengajarkan….
Entah untuk Bercerita atau Mendengarkan…
Entah untuk Sesaat atau Selamanya…
Entah akan menjadi bagian Terpenting atau hanya Sekedarnya.
Semua Tidak ada yang sia-sia, karena Allah yang Mempertemukan Hidup kita untuk Saling Mengisi dan Bersinggungan… Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

Kupu Kupu


Seekor kupu-kupu

kupu_edublogs

Seorang pria menemukan sebuah kepompong untuk kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil terbuka dari kempompong itu, ia duduk dan menyaksikan  selama beberapa jam melihat  kupu kupu yang  berjuang untuk memaksa tubuhnya keluar dari lubang kecil. Kemudian setelah beberapa lama tampaknya tidak ada kemajuan. Seperti nya dia sudah berusaha sejaauh yang dia bisa lakukan. Kemudian pria itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu.
Dia mengambil sebuah gunting dan dipotong sedikit demi sedikit bagian dari kepompong itu. Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kisah Wortel, Telur dan Kopi


wortel
Seorang anak mengeluh pada ibunya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ibunya, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas kompor dengan api yang sudah menyala. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua, dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang Ibu. Setelah 20 menit, sang Ibu mematikan api.
Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di cangkir.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, “Apa yang kau lihat, nak?”
“Wortel, telur, dan kopi” jawab si anak.
Ibunya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ibunya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ibunya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.
Setelah itu, si anak bertanya, “Apa arti semua ini, Ibu?”

Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Toward The Sun


11912549896_6a99ac2252_b

Turn your face towards the sun
Let the shadows fall behind you
Don’t look back, just carry on
And the shadows will never find you

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Paradise


Every thing happen has a reason,  there no such a thing like accidently

just playing your part, in GOD Scenario

index

Seorang Samurai pulang dari mendan tempur, mendapati keadaan rumah nya yang hancur berantakan dan seluruh keluarga nya tewas, yang di impikan nya pulang dengan kedamaian dan suka cita  sirna seketika.

Sang Samurai datang ke seorang  Hakuin dan bertanya: – Dimana surga? Dimana neraka? Dan di mana pintu surga dan neraka? Samurai hanya tahu dua hal: hidup dan mati. Dia tidak memiliki filosofi apapun, ia hanya ingin tahu di mana adalah gerbang – untuk melarikan diri neraka dan masuk surga.

Kamu siapa? – Tanya Hakuin.

– Aku pemimpin samurai – prajurit itu menjawab – dan Kaisar membayar upeti kepada saya. Hakuin tertawa dan berkata:

– Apakah Anda benar-benar pemimpin samurai? Kau tampak seperti miskin sekali ! samurai merasa tersinggung. Dia mencabut pedangnya dan akan membunuh Hakuin. Dan Hakuin tertawa lagi dan berkata: Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kosong


 

 

 

 

 

 

 

Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Menatap kosong


13420605571284578274

Hambar, hampa dan gelisah seakan ruh ini tak hidup. Mata menatap kosong mencari satu terang. Pikiran berputar menerka jalan . Hati meronta meminta rasa yang amat menguras peluh. 

Marah, bingung dan terpuruk. Semua menyatu dalam hampa. Hati sudah tak dapat lembut seperti sediakala, batinpun tak dapat lagi merasakan ketenangan.

Sendiri menyepi salah satu langkah yang dapat diambil ketika sedang berada dalam puncak kelelahan. Entah lelah karena padatnya aktifitas  dan tugas yang makin menumpuk. Ataukah amanah yang kian menekan pundak tanpa sandaran bahu sahabat. Atau mungkin kondisi kesehatan yang semakin rentan karena sudah tak dipedulikan sang pemilik jiwa.

Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , | Tinggalkan komentar

KEJAMNYA WAKTU SUBUH


images
Allah berfirman dalam surat Al Fajr : “Demi fajar (waktu Subuh)”. Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan:“Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”. Ada apa sebenarnya di balik waktu Subuh? Mengapa Allah sampai bersumpah demi waktu Subuh? Dan mengapa pula kita harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh memang benar-benar sangat berbahaya! Waktu Subuh itu lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api. Waktu Subuh bisa lebih menyengsarakan diri kita dari derita kemiskinan. Waktu Subuh bahkan lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin.

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang yang kita miliki. Emas dan semua perhiasan dirampas. Uang puluhan juta dirampas. Laptop yang berisi data-data penting dirampas. Mobil yang belum lunas cicilan-nya juga dirampas.Nah,bisa dibayangkan bagai-mana pedihnya hati kita menerima kenyataan itu?
Tapi ketahuilah, sebenarnya waktu Subuh lebih kejam dari perampok ataupun kejadian-kejadian tersebut. Sebab jika kita ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian yang jauh lebih besar dari sekadar kehilangan laptop dan mobil. Kita bahkan akan kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat,“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya,” (HR Muslim).

Waktu Subuh juga bisa lebih menyengsarakan dari sekadar kemiskinan di dunia. Sebab bagi orang-orang yang ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka pada hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja dari pahala shalatnya.
“… dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan sholat semalam suntuk” (HR Muslim).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam, atau kurang lebih, sama dengan 150 kali shalat! Jadi, betapa agungnya fadilah shalat Subuh berjamaah ini, khususnya bagi Kaum Adam. Dan betapa malangnya orang yang ‘tergilas waktu Subuh’, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Karena Rasulullah telah bersabda, bahwa orang yang tidak mampu melaksa-nakan shalat Subuh berjamaah, kedudukan-nya setara dengan orang munafik.
“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak” (HR Bukhari Muslim).

Orang yang ‘tergilas waktu Subuh’ sehingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah, sesungguhnya adalah orang yang dalam keadaan terancam bahaya, karena dirinya disetarakan dengan orang munafik. Sebab, ancaman bagi orang munafik adalah Neraka Jahanam.“Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam” (An Nisa:140).

Bukankah Jahanam lebih berbahaya dari sekadar kobaran api yang disiram bensin ?

Nah, agar kita tidak merasakan ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih kejam dari perampokan, agar kita tidak terkena ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar kita tidak terkapar ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih berbahaya dari kobaranapi, maka:“Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu Subuh” (Al Falaq:1).Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah (shalat fajar) dan shalat berjamaah di masjid terutama bagi laki-laki.

Tapi ada satu pertanyaan yang tersisa, yaitu mengapa waktu Subuh bisa menggilas kita? Sebab, kalau kita mau memperhatikan, sesungguhnya waktu Subuh adalah waktu yang paling berat buat kita yang ingin beribadah. Mengapa? Karena waktu Subuh adalah saat paling tenang, sehingga sangat pas buat menenggelamkan diri dalam tidur nyenyak dan bermimpi indah. Ditambah lagi, umumnya, suhu udara waktu Subuh lebih dingin dibanding waktu lainnya – sehingga membuat yang sedang tidur jadi makin merapatkan selimutnya.

Tapi yang paling berbahaya ialah, kalau kita sampai kena kepung pasukan iblis – yang akan mengencingi telinga kita, agar tak bisa mendengar panggilan “Shalat itu lebih baik daripada tiduuurrr!” dari speaker masjid, dan meniup-niup mata kita – sehingga mata kita serasa dilem atau kelopaknya bagaikan dibanduli dengan beban jutaan ton, sehingga “susaaaahhhh betul buat dibuka”.

Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: