Paradise


Every thing happen has a reason,  there no such a thing like accidently

just playing your part, in GOD Scenario

index

Seorang Samurai pulang dari mendan tempur, mendapati keadaan rumah nya yang hancur berantakan dan seluruh keluarga nya tewas, yang di impikan nya pulang dengan kedamaian dan suka cita  sirna seketika.

Sang Samurai datang ke seorang  Hakuin dan bertanya: – Dimana surga? Dimana neraka? Dan di mana pintu surga dan neraka? Samurai hanya tahu dua hal: hidup dan mati. Dia tidak memiliki filosofi apapun, ia hanya ingin tahu di mana adalah gerbang – untuk melarikan diri neraka dan masuk surga.

Kamu siapa? – Tanya Hakuin.

– Aku pemimpin samurai – prajurit itu menjawab – dan Kaisar membayar upeti kepada saya. Hakuin tertawa dan berkata:

– Apakah Anda benar-benar pemimpin samurai? Kau tampak seperti miskin sekali ! samurai merasa tersinggung. Dia mencabut pedangnya dan akan membunuh Hakuin. Dan Hakuin tertawa lagi dan berkata: Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kosong


 

 

 

 

 

 

 

Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Terhempas sepi


Ketika hidup tak lagi bersemi
Dalam rumpun bunga hati terkulai
Pada jambang jiwa terhempas di sepi

Sekotak cokelat pun tak mampu mengolesi rasa yang gundah  pada raga
Sebatang lilin yang nyala pun bak kedipan seekor kunang kunang
Yang menghiasi dalam gelap nya pandangan .

Categories: Goresan Hati | 1 Komentar

Rezeki Semua Makhluk Sudah Diatur Allah Swt


Pada suatu hari Nabi Sulaiman a.s. duduk di pinggir danau.
Lalu tiba-tiba Beliau melihat seekor semut membawa sebiji gandum yang dibawanya menuju danau.
Nabi Sulaiman a.s. terus memperhatikan semut itu hingga sampai di tepi danau,
Lalu tiba-tiba ada seekor katak yang mengeluarkan kepalanya dari dalam air seraya membuka mulutnya,
Maka semut itu pun masuk ke dalam mulut katak itu.
Kemudian, katak itu pun menyelam ke dasar danau dalam waktu yang cukup lama.
Sementara Nabi Sulaiman a.s. memikirkan hal itu dengan terheran-heran.
Setelah itu, katak tersebut keluar dari dalam air dan membuka mulutnya.
Lalu semut itu keluar, sementara sebiji gandum yang dibawanya sudah tidak ada lagi bersamanya.

Nabi Sulaiman a.s. memanggil semut itu dan menanyakan kepadanya tentang apa yang dilakukan barusan,
”Hai semut, pengalaman apa sajakah selama berada di mulut katak?”

Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , , , | 3 Komentar

Menatap kosong


13420605571284578274

Hambar, hampa dan gelisah seakan ruh ini tak hidup. Mata menatap kosong mencari satu terang. Pikiran berputar menerka jalan . Hati meronta meminta rasa yang amat menguras peluh. 

Marah, bingung dan terpuruk. Semua menyatu dalam hampa. Hati sudah tak dapat lembut seperti sediakala, batinpun tak dapat lagi merasakan ketenangan.

Sendiri menyepi salah satu langkah yang dapat diambil ketika sedang berada dalam puncak kelelahan. Entah lelah karena padatnya aktifitas  dan tugas yang makin menumpuk. Ataukah amanah yang kian menekan pundak tanpa sandaran bahu sahabat. Atau mungkin kondisi kesehatan yang semakin rentan karena sudah tak dipedulikan sang pemilik jiwa.

Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , | Tinggalkan komentar

KEJAMNYA WAKTU SUBUH


images
Allah berfirman dalam surat Al Fajr : “Demi fajar (waktu Subuh)”. Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan:“Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”. Ada apa sebenarnya di balik waktu Subuh? Mengapa Allah sampai bersumpah demi waktu Subuh? Dan mengapa pula kita harus berlindung kepada yang menguasai waktu Subuh? Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?

Ya, ternyata waktu Subuh memang benar-benar sangat berbahaya! Waktu Subuh itu lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api. Waktu Subuh bisa lebih menyengsarakan diri kita dari derita kemiskinan. Waktu Subuh bahkan lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin.

Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang yang kita miliki. Emas dan semua perhiasan dirampas. Uang puluhan juta dirampas. Laptop yang berisi data-data penting dirampas. Mobil yang belum lunas cicilan-nya juga dirampas.Nah,bisa dibayangkan bagai-mana pedihnya hati kita menerima kenyataan itu?
Tapi ketahuilah, sebenarnya waktu Subuh lebih kejam dari perampok ataupun kejadian-kejadian tersebut. Sebab jika kita ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian yang jauh lebih besar dari sekadar kehilangan laptop dan mobil. Kita bahkan akan kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat,“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya,” (HR Muslim).

Waktu Subuh juga bisa lebih menyengsarakan dari sekadar kemiskinan di dunia. Sebab bagi orang-orang yang ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka pada hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja dari pahala shalatnya.
“… dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan sholat semalam suntuk” (HR Muslim).

Shalat semalam suntuk adalah shalat yang dikerjakan mulai dari tenggelamnya matahari sampai terbit fajar. Fantastis! Shalat selama sepuluh jam, atau kurang lebih, sama dengan 150 kali shalat! Jadi, betapa agungnya fadilah shalat Subuh berjamaah ini, khususnya bagi Kaum Adam. Dan betapa malangnya orang yang ‘tergilas waktu Subuh’, orang-orang yang mengabaikan shalat subuh berjamaah di masjid.

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Karena Rasulullah telah bersabda, bahwa orang yang tidak mampu melaksa-nakan shalat Subuh berjamaah, kedudukan-nya setara dengan orang munafik.
“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak” (HR Bukhari Muslim).

Orang yang ‘tergilas waktu Subuh’ sehingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah, sesungguhnya adalah orang yang dalam keadaan terancam bahaya, karena dirinya disetarakan dengan orang munafik. Sebab, ancaman bagi orang munafik adalah Neraka Jahanam.“Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam” (An Nisa:140).

Bukankah Jahanam lebih berbahaya dari sekadar kobaran api yang disiram bensin ?

Nah, agar kita tidak merasakan ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih kejam dari perampokan, agar kita tidak terkena ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar kita tidak terkapar ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih berbahaya dari kobaranapi, maka:“Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu Subuh” (Al Falaq:1).Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya. Lakukan shalat sunnah (shalat fajar) dan shalat berjamaah di masjid terutama bagi laki-laki.

Tapi ada satu pertanyaan yang tersisa, yaitu mengapa waktu Subuh bisa menggilas kita? Sebab, kalau kita mau memperhatikan, sesungguhnya waktu Subuh adalah waktu yang paling berat buat kita yang ingin beribadah. Mengapa? Karena waktu Subuh adalah saat paling tenang, sehingga sangat pas buat menenggelamkan diri dalam tidur nyenyak dan bermimpi indah. Ditambah lagi, umumnya, suhu udara waktu Subuh lebih dingin dibanding waktu lainnya – sehingga membuat yang sedang tidur jadi makin merapatkan selimutnya.

Tapi yang paling berbahaya ialah, kalau kita sampai kena kepung pasukan iblis – yang akan mengencingi telinga kita, agar tak bisa mendengar panggilan “Shalat itu lebih baik daripada tiduuurrr!” dari speaker masjid, dan meniup-niup mata kita – sehingga mata kita serasa dilem atau kelopaknya bagaikan dibanduli dengan beban jutaan ton, sehingga “susaaaahhhh betul buat dibuka”.

Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Rp 1.000 lebih besar dr Rp 2.000


indaaasex

Pada suatu hari, seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak berusia 10 tahunan berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.

Tukang cukur berkata, “Itu Benu, dia anak paling bodoh yang pernah saya kenal”

“Masak, apa iya?” jawab pengusaha

Lalu tukang cukur memanggil si Benu, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp.2.000 dan koin Rp.1.000, lalu menyuruh Benu memilih, “Benu, kamu boleh pilih dan ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo ambil!”

Benu melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp.2.000 dan Rp.1.000, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp.1.000.

Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , | 3 Komentar

Apa bedanya?


625651_425716870839982_1146527278_n

Gadis kecil dan ayahnya sedang melintasi jembatan. Sang ayah agak takut sehingga ia meminta putri kecilnya, Sayang, tolong pegang tangan ayah sehingga kamu tidak jatuh ke dalam sungai.”

Kata gadis kecil, Tidak, Ayah. Ayah saja yang pegang tangan saya.

Apa bedanya? “Tanya ayah bingung.

Ada perbedaan besar,” jawab gadis kecil.

Jika aku memegang tangan ayah dan sesuatu terjadi padaku, kemungkinan bahwa aku mungkin melepaskan tangan Ayah.

Tetapi jika Ayah memegang tanganku, aku tahu pasti bahwa apa pun yang terjadi, Ayah tidak akan pernah membiarkan tanganku lepas.

 

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Some might inspire you


1176260_494611933950475_1509822689_n248086_453250974753238_1264516574_n556334_498155173596151_1805423025_n942193_459764530768549_1628435327_n945646_456969737714695_1564116358_n7767_464009607010708_1203274539_n10347093_692458404165826_4381637368365329238_n 1497707_556944454383889_119058404_n 960216_532792900132378_707602132_n 482251_425646500847019_670988669_n 555250_406887789389557_1141317404_n 1560698_556943327717335_311415175_n 1391918_532787380132930_897187229_n

Categories: Goresan Hati, Umum | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pintu yang tak pernah tertutup


images (1)

Kali ini tanpa kata ….

Kali ini tanpa kalimat …

Dan Allah lah satu satunya cinta

*hening, entah sampai kapan…*

Hanya ada satu tali pertolongan yang tak pernah putus, hanya ada satu pintu yang tak pernah tertutup, hanya ada satu tangan yang selalu terbuka, hanya ada satu Dzat yang mampu meluluh lantakan dosa dosa saya, dan hanya ada satu pemberian yang tanpa pamrih meski sering sekali saya kecewakan, seutas tali itu adalah “tangan” Allah, iya pertolongan Allah…

Baca lebih lanjut

Categories: Goresan Hati | Tag: , , , , , , , , , | 1 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: